'Teman' Kerja

Kenapa pagi ini dia diam saja? Dia terlihat lesu, sering mengernyitkan mata, sering mengecek ponsel dengan wajah yang tegang.

Dia ada masalah apa? Aku sudah mencoba bertanya, "apa kamu sakit? apa kamu baik-baik saja? kamu gapapa?" Tapi dia hanya menjawab "ngga, ngga kenapa-kenapa, gapapa".

Aku memang ga menuntut dia untuk cerita, tapi karena hal-hal seperti ini aku jadi malu. Selama ini aku terlalu banyak cerita dan mengeluh, sehingga aku merasa aku ini tidak bisa mengatasi masalahku sendiri. Hanya membuang sampah kepada orang lain. Mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Ada saja cerita yang keluar dari mulutku. Selalu ada saja. Aku menganggap setiap hal yang terjadi dalam hidupku istimewa dan orang lain harus tahu. 

Tahu ga? aku sebenernya lelah dan ga mau jadi orang yang seperti itu. Aku ingin jadi orang cuek, tidak banyak cerita. Aku takut cerewetku mengganggu orang lain. Orang lain merasa risih karena aku terus-menerus berbicara. 

Aku pernah beberapa kali berusaha menjadi pendiam. Berusaha tidak peduli. Tapi entah kenapa sulit sekali, seperti otomatis mulutku ini ingin menumpahkan kata-kata. Kata apa saja. 

Dan kesalnya aku jika aku ada di keadaan ini, aku selalu terngiang omongan  Mas Adam "kalau kamu mikir kamu harus cuek, malah kamu ga akan cuek, lepasin aja".

Mas Adam, aku pengen banget ngobrol lagi, udah aku cuman pengen cerita ke mas adam aja. kalau udah cerita ke Mas Adam, rasanya males untuk cerita ke orang lain lagi. udah biar aku jadi bisa lebih diam jika bersama orang lain, 

Yah walaupun responmu seringkali tidak menyenangkan, tapi aku bersyukur Mas Adam masih mau mendengarkan.

Ah sudahlah. 

Aku hanya ingin tahu kenapa dia pagi ini?Aku juga ingin menjadi tempat sampahnya. Aku ingin dia berkeluh kesah padaku, sama seperti aku sering bercerita kepadanya.

Apa aku salah? Apa aku terlalu kepo?

-kemudiam aku berakhir dengan insecure dan overthinking lagi-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senin masuk ga ya

Pembicaraan Basi