Postingan

Senin masuk ga ya

Karena masalah pesen gambar ini, aku jadi males pergi kerja besok senin.  Why kamu semudah itu cuek dengan chat ku? Aku tahu aku bukan prioritasmu, aku tahu betul. Tapi apa kamu lupa dengan janjimu? Aku harus apa dengan semua ini? Aku anggap seperti tak ada janji? Aku pura-pura biasa aja? Atau aku boleh marah? Aku bingung. Aku malas bercerita pada temanku. Paling ujung-ujungnya aku disuruh bersikap biasa aja. Masalahnya biasanya aku tuh cengengesan, banyak bercanda. Nah aku males banget buat bercanda. Ya kesel kali. Selama seminggu ke depan di kantorku ada project. Masing-masing orang ada tugas project khusus tiap harinya. Nah aku kedapetan tugas project di hari Jumat. Aku nyoba nyari alesan biar Senin-Kamis ga masuk kerja, toh bukan jobdesk aku, tapi tetep aja disuruh masuk sama temen akrab ku wkwk.  Huft. Permasalahan-permasalahan sepele kaya gini doang aja bikin aku ruwet banget. Pengen biasa aja gitu. Aku yang terlalu lebay kah? Hmm..

Pesen Gambar

Kepada teman akrab kuliahku, aku tidak terbiasa membeli barang sebagai hadiah. Biasanya aku membuat kreasi menggunakan barang-barang sederhana dan membuatnya menjadi lebih menarik. Tanggal 5 November kemarin temanku wisuda, aku lupa banget untuk bikin kado kelulusan. Aku baru ingat di tanggal 4 nya. Mepet banget buat bikin kado yang perlu kreasi ini itu.  Akhirnya aku meminta tolong dia, teman kerja laki-laki ku yang punya hobi menggambar. Sejujurnya aku tidak terlalu tau gambar yang bagus itu yang bagaimana, dia bisa menggambar saja sudah bagus banget menurut aku. Yah karena salah satu kelemahan besarku di menggambar. Aku memintanya menggambar wajah temanku dengan meniru foto yang ku beri. Asalnya aku ingin foto yang berisi kami ber-empat, sudah termasuk di antaranya dua temanku yang akan wisuda. Tapi menurutnya kurang bagus, lebih bagus jika foto temanku yang wisuda digambar sendiri-sendiri. Aku sebenernya terserah saja, karena toh dia yang akan menggambar. Aku tinggal tahu jadi ...

'Teman' Kerja

Kenapa pagi ini dia diam saja? Dia terlihat lesu, sering mengernyitkan mata, sering mengecek ponsel dengan wajah yang tegang. Dia ada masalah apa? Aku sudah mencoba bertanya, "apa kamu sakit? apa kamu baik-baik saja? kamu gapapa?" Tapi dia hanya menjawab "ngga, ngga kenapa-kenapa, gapapa". Aku memang ga menuntut dia untuk cerita, tapi karena hal-hal seperti ini aku jadi malu. Selama ini aku terlalu banyak cerita dan mengeluh, sehingga aku merasa aku ini tidak bisa mengatasi masalahku sendiri. Hanya membuang sampah kepada orang lain. Mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Ada saja cerita yang keluar dari mulutku. Selalu ada saja. Aku menganggap setiap hal yang terjadi dalam hidupku istimewa dan orang lain harus tahu.  Tahu ga? aku sebenernya lelah dan ga mau jadi orang yang seperti itu. Aku ingin jadi orang cuek, tidak banyak cerita. Aku takut cerewetku mengganggu orang lain. Orang lain merasa risih karena aku terus-menerus berbicara.  Aku pernah beberapa kali berusaha me...

Pembicaraan Basi

 Aku hanya ingi melihat sesuatu yang selama ini kau sembunyikan lekat-lekat Ketika kita bertemu, entah kenapa kau seolah sungkan untuk menceritakan tentang dirimu Apakah kau ingin aku tahu tentang dirimu tanpa kau harus menceritakannya? Bagimana bisa?  Aku tidak semudah itu mempercayai apa yang dikatakan orang jika dia bukan sumbernya langsung. Yah mungkin kau tak  mau cerita bukan karena sungkan, tapi karena memang menurumu hal itu tak perlu dibicarakan. Sebenarnya tingkahmu membuatku jengkel,  banyak asumsi yang mayoritas asumsi negatif mucul di kepalaku.  Kau hanya imgin mendengarkan aku bicara, membiarkan waktu pertemuan habis dengan ceritaku. Yah, aku sebenarnya tak yakin jika kau semata-mata karna ingin tahu kabarku. Tapi lebih ke malas membuka topik bersamaku, sehingga kau membiarkan aku yang membawa arah pembicaraan.  Nah kan, aku sudah mulai berasumsi negatif lagi. -kemudian aku berakhir dengan insecure dan overthinking-